SURVEY CEPAT KASUS GIZI

SURVEI CEPAT

(QUICK ASSESSMENT)

SEJARAH

  • Survei cepat pertama kali dikembangkan pada proyek Expanded Programme on Immunization- WHO
  • Setelah itu berkembang antara lain pengembangan perangkat lunak Csurvey oleh Ariawan dan Frerichs (1994) untuk merancang sampel.
  • Pada tahun yang sama CDC mengembangkan CSAMPLE software untuk analisis data survey cepat.
  • Di Indonesia Survey cepat sudah diuji beberapa kali antara lain:

–        Uji coba di Bogor oleh Riono dan Irawan menunjukkan pengumpulan informasi pemeriksaan kehamilan dapat diperoleh dalam waktu 2 minggu

–        FKM-UI juga membuktikan bahwa metoda Survey cepat dapat diterapkan di kabupaten

KARAKTERISTIK

  • Digunakan untuk mengukur kejadian yang sering terjadi di masyarakat
  • Sampel 2 tahap, 30 klaster dan masing-masing klaster biasanya 7-10 sampel/responden
  • Jumlah pertanyaan dibatasi 20
  • Waktu sejak pelaksanaan sampai pelaporan singkat sekitar 3 minggu
  • Analisis dilakukan dengan alat statistik sederhana dengan tetap memperhatikan kaidah statistik yang berlaku

LANGKAH-LANGKAH

  • Menentukan masalah gizi yang akan dipelajari serta tujuan pelaksanaan survei secara jelas dan terinci
  • Menentukan besar sampel dan metoda sampling
  • Mengembangkan instrumen pengumpul data, susun, uji coba, perbaiki
  • Pengorganisasian dan pelaksanaan survey, rencanakan dengan rinci, termasuk jumlah pewawancara yang dibutuhkan, pastikan tenaga ini mengerti tentang tata cara pemilihan responden, semua pertanyaan dan teknik dasar wawancara
  • Pengolahan data, analisis, dengan komputer

ALASAN  PENGGUNAAAN SAMPEL DALAM POPULASI

–          Masalah Besarnya populasi

–          Masalah dana

–          Masalah tenaga

–          Masalah Waktu

YANG SERING DIGUNAKAN DALAM SURVEI

  1. Simple Random Sampling  atau sampel  acak sederhana
  2. Klaster Random Sampling atau sample acak dengan klaster.

Rumus menghitung besar sampel acak sederhana

(P x  Q  x t 2)

no =     —————————

d 2

Kemudian disesuaikan dengan besar populasi

n sample = no /(1+(no/N))

Jika Prevalensi belum diketahui

Prevalensi à P=50% (0,50)     Q=(1-P)=0,5               PQ=0,5 x 0,5 = 0,25

t = 2    t2 = 22=4

d = selisih yang diharapkan antara  prevalensi sampel dan prevalensi populasi (1%, 2%, 3%, 4%, 5%).

Besar sampel (sebelum disesuaikan dengan besar Populasi) = no

d = 1% à no = 10000

d = 2% à no = 2500

d = 3% à no = 1111

d = 4% à no = 625

d = 5% à no = 400

masuk dalam rumus : n sampel = no /(1+(no/N))

Dan selanjutnya besar sampel dengan acak sederhana  diperoleh :

Rumus menghitung besar sampel acak dengan klaster

1. JUMLAH SAMPEL

  • Ada 2 tahap pemilihan pertama memilih klaster dan kedua memilih subyek dalam klaster
  • N sampel klaster = N sampel acak sederhana X disain effek.
  • Disain efek = Varian disain klaster/ varian  disain acak sederhana
  • Asumsi yang digunakan ada keragaman antar klaster tapi dalam klaster heterogen
  • Secara mudah jumlah sampel untuk survey kasus yang tinggi (prevalensi antara 15% – 85%) adalah 30 klaster X 7 subyek (tiap klaster)= 210 subyek.

2. SAMPLING

Survey cepat biasa menggunakan 30 klaster bila prevalensi yang  akan disurvey antara 15% – 85%, maka sampel tiap klaster 7 orang.

Besar sampel pada survey dengan menggunakan disain klaster :

n klaster > n acak sederhana

no klaster = no acak sederhana x   DEF (Disain Effek)

(P x  Q  x t 2)

no klaster =     —————————  X ( DEF)*

d2

  • nilai DEF dari 1 sampai 4
  • P+Q = 1          P = Prevalensi pada populasi

Besar sampel untuk pengambilan sampel dengan klaster (sebelum disesuaikan dengan besar Populasi) = n0-klaster

d = 1% à n0-klaster = 10000 x 2 =20000

d = 2% à n0-klaster = 2500 x 2   = 5000

d = 3% à n0-klaster = 1111 x 2   = 2222

d = 4% à n0-klaster = 625 x 2     = 1250

d = 5% à n0-klaster = 400 x 2     =   800

Dan selanjutnya masukan rumus

n sample = no /(1+(no/N))

Besar Sampel untuk Sampling Klaster

Penentuan klaster dengan PPS menurut jumlah populasi (subyek

yang akan diteliti), bumil, balita, anak usia sekolah, WUS dll.

SURVEI CEPAT KABUPATEN

  • Sebaiknya memberikan gambaran kecamatan
  • Setiap kecamatan dipilih 30 klaster yang tersebar diseluruh desa (bila desa <30 buah) dengan proportional to size (PPS) dari subyek penelitian

Desa Jumlah populasi Jumlah klaster
Kejaksan 225 4
Kanggraksan 200 4
Kesenden 320 6
Arjawinangun 400 8
Buntet 175 3
Kapetakan 250 5
Jumlah 1530 30

Tiap 1530/30 klaster = 51 subyek/ klaster

PEMILIHAN SAMPEL DALAM KLASTER

  1. Acak sederhana.

Seluruh subyek dalam klaster di list diberi nomer, kemudian diacak.

Dapat dibantu dengan tabel acak.

Dapat juga dengan acak sistimatik

  1. Dengan Pemetaan.

Dengan sepanjang jalan/sungai

Dengan obat nyamuk dari pusat klaster

Dengan membuat beberapa pusat klaster (bila keadaan dalam klaster beragam)

LAPORAN BERISI

  1. Judul, penulis, waktu survei, kata pengantar,daftar isi
  2. Abstrak yang berisi temuan utama dan implikasinya
  3. Justifikasi, latar belakang dan masalah yang diteliti
  4. Tujuan survei
  5. Metodologi: berisi lokasi, indikator utama yang diukur, populasi, sampel, alat ukur, prosedur analisis,
  6. Hasil berisi deskriftif singkat temuan survei, tabel dan grafik
  7. Diskusi berisi interpretasi hasil serta implikasinya terhadap program gizi dimasa datang
  8. Kesimpulan berisi ringkasan temuan penting
  9. Saran rekomendasi bagi perencana dan pelaksana program
  10. Daftar pustaka, berisi daftar bacaan yang digunakan  menyusun laporan survey
  11. Lampiran daftar pertanyaan atau instrumen yang digunakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: